Home Indonesia CEO Tokopedia soal Pemecatan Karyawan Nakal: Saya Terpukul dan Kecewa

CEO Tokopedia soal Pemecatan Karyawan Nakal: Saya Terpukul dan Kecewa

2082
SHARE
CEO Tokopedia, William Tanuwijaya
CEO Tokopedia, William Tanuwijaya. (Foto: Tokopedia)
Nama Tokopedia tercoreng akibat ulah sejumlah oknum karyawannya yang terbukti berbuat curang saat flash sale digelar beberapa waktu lalu. Perusahaan langsung mengambil langkah tegas dengan memecat puluhan karyawannya yang terlibat dalam kasus itu pada Jumat (24/8) lalu.
Kasus tersebut dinilai telah menodai integritas dan kepercayaan yang telah dibangun perusahaan sejak berdiri pada Februari 2009 lalu. Tak heran isu ini membuat CEO Tokopedia William Tanuwijaya merasa sangat kecewa.
William berpendapat, membangun dan menjaga kepercayaan itu sulit dan harus dilakukan bersama-sama oleh setiap elemen di Tokopedia tanpa terkecuali. Dan itu harus dilakukan dengan aksi nyata, seperti apa aksinya?
Pria berusia 36 tahun itu menjelaskan bahwa perusahaan e-commerce-nya terus melakukan internal audit secara rutin. Hasil audit terakhir ditemukan beberapa pelanggaran yang berhubungan dengan kegagalan menjaga standard integritas Tokopedia.
“Rasanya sangat terpukul dan kecewa ketika mendapati ada beberapa anggota team yang melakukan pelanggaran sebanyak total 49 buah produk dari kampanye promosi Tokopedia,” ucap William di akun Facebook resminya, Selasa (28/8)

Jumlah tersebut memang kecil jika dibandingkan dengan puluhan juta produk yang terjual setiap bulannya, namun itu menjadi masalah kegagalan integritas dalam menjaga titipan kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan. Oleh sebab itu, Tokopedia telah dengan tegas memberhentikan oknum Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) yang terbukti terlibat dalam pelanggaran ini.

Karena bagi saya dalam bermimpi itu, harus bermimpi dengan 
mata terbuka. Apa yang kamu impikan, kamu pikirkan, kamu 
ucapkan, dan kamu lakukan, harus konsisten.

 - William Tanuwijaya, CEO Tokopedia 

 

William mengaku keputusan yang diambil ini memang sulit dan berat. Namun, sebagai pemimpin, ia harus berani melakukan hal benar untuk masa depan yang lebih baik.

“Bagi saya, menjadi pemimpin bukanlah tentang popularitas. Menjadi pemimpin adalah tentang mengambil keputusan yang memang benar, seberapapun sulitnya itu. Hanya lewat itulah, maka nilai-nilai yang kita percaya, dapat terus kita jaga. Hanya lewat itulah, kepercayaan dapat terus dijaga,” tambah William.

Membangun kepercayaan itu sulit, menjaga kepercayaan itu jauh lebih sulit. Untuk organisasi sebesar Tokopedia sekarang, menjaga kepercayaan harus dilakukan bersama-sama oleh setiap elemen di dalam @tokopedia, tanpa terkecuali, setiap detiknya, lewat aksi nyata. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Dalam menjaga kepercayaan, secara rutin kami melakukan internal audit, dan hasil audit terakhir kami menemukan beberapa pelanggaran yang berhubungan dengan kegagalan menjaga standard integritas Tokopedia. Rasanya sangat terpukul dan kecewa ketika mendapati ada beberapa anggota team yang melakukan pelanggaran sebanyak total 49 buah produk dari kampanye promosi Tokopedia. Memang jumlah nya kecil sekali dibanding puluhan juta produk yang terjual setiap bulan nya, namun bagi kami ini bukan persoalan seberapa kecil pelanggaran nya. Untuk pelanggaran sekecil apapun, ini adalah masalah kegagalan integritas dalam menjaga titipan kepercayaan yang diberikan kepada Tokopedia. Maka tanggal 24 Agustus kemarin, Tokopedia telah dengan tegas memberhentikan seluruh anggota team yang terbukti terlibat dalam pelanggaran ini. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Menjadi pemimpin, dalam menghadapi masalah, kita sering menghadapi pilihan, untuk mengabaikan kejadian yang buruk, menutup mata, melakukan hal yang dirasa baik untuk jangka pendek, atau melakukan hal yang paling sulit, namun benar untuk jangka panjang. Bagi saya, menjadi pemimpin bukanlah tentang popularitas. Menjadi pemimpin adalah tentang mengambil keputusan yang memang benar, seberapapun sulitnya itu. Hanya lewat itulah, maka nilai-nilai yang kita percaya, dapat terus kita jaga. Hanya lewat itulah, kepercayaan dapat terus dijaga. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Karena bagi saya dalam bermimpi itu, harus bermimpi dengan mata terbuka. Apa yang kamu impikan, kamu pikirkan, kamu ucapkan, dan kamu lakukan, harus konsisten.

A post shared by William Tanuwijaya (@liamtanu) on

Ketika Tokopedia menggelar flash sale mulai tanggal 15 hingga 17 Agustus 2018, ada banyak produk dari berbagai kategori yang dijual secara murah dalam kampanye tersebut. Flash sale ini dibuka setiap pukul 9 pagi dan 9 malam selama periode tersebut untuk memperingati ulang tahun ke-9 Tokopedia.

Beredar rumor di industri bahwa jumlah karyawan yang dipecat oleh Tokopedia adalah lebih dari 48 orang, namun Head of Corporate Communications Tokopedia, Priscilla Anais, membantah hal itu dan enggan mengungkap jumlah karyawan yang terkena PHK.

Comments

comments