Home News Penjualan Galaxy S9 Menurun, Samsung Tetap Untung

Penjualan Galaxy S9 Menurun, Samsung Tetap Untung

877
SHARE

Samsung mulai merasakan dampak dari pasar smartphone yang mulai jenuh.

Dalam laporan keuangannya, perusahaan asal Korea Selatan itu mengungkap bahwa keuntungan operasional mereka naik enam persen. Ini adalah pertumbuhan laba paling rendah dalam setahun yang dialami Samsung.

Sementara itu, pendapatan Samsung naik empat persen berkat tingginya permintaan akan chip memori mereka, yang digunakan di berbagai perangkat, mulai dari smartphone sampai server.

Laporan keuangan Samsung menunjukkan bahwa permintaan akan ponsel barunya — Galaxy S9 dan S9 Plus — mulai mengalami penurunan. Ini berdampak pada pendapatan divisi mobile Samsung, yang turun 22 persen menjadi KRW22,67 triliun (Rp292,3 triliun).

Samsung juga mengatakan bahwa kondisi pasar akan tetap “menantang” pada semester dua tahun ini karena ketatnya kompetisi.

Beberapa kuartal belakangan, pertumbuhan pasar smartphone memang mulai melambat. Vendor smartphone semakin kesulitan untuk memberikan fitur baru yang membedakan ponselnya dengan ponsel pesaing. Harga ponsel juga terus naik.

Penurunan penjualan smartphone ini tidak mengejutkan. Para analis telah menduga bahwa penjualan smartphone Samsung akan turun pada kuartal ini.

Pada April, Samsung mengatakan bahwa bisnis smartphone mereka akan mengalami penurunan karena “penjualan model premium yang stagnan di tengah rendahnya tuntutan konsumen dan naiknya biaya marketing.”

Selama ini, Samsung memang dikenal sebagai perusahaan pembuat ponsel dan TV. Namun, mereka juga berhasil menjual lebih banyak chip memori dari perusahaan lain di dunia. Tahun lalu, Samsung menjadi perusahaan pembuat semikonduktor terbesar, mengalahkan Intel.

Pada kuartal ini, pendapatan bisnis memori Samsung naik 33 persen menjadi KRW18,5 triliun (Rp238,5 triliun). Sementara penjualan bisnis semikonduktor mereka naik 25 persen menjadi KRW21,99 triliun (Rp283,5 triliun).

Artikel Asli

Comments

comments