Home Entertainment Smartphone Makin Jadi Sasaran Hacker, Jangan Asal Instal Aplikasi

Smartphone Makin Jadi Sasaran Hacker, Jangan Asal Instal Aplikasi

845
SHARE
Ilustrasi Hacker
Ilustrasi Hacker (Foto: Thinkstock)
Kegiatan peretasan atau hack sudah lazim terjadi dalam dunia teknologi. Sekarang ada pergeseran dalam tren peretasan. Jika dahulu sasaran para peretas adalah perangkat komputer, kini mereka lebih memilih untuk meretas smartphone.

Dalam acara Kaspersky Security Analyst Summit di Meksiko, peneliti dari perusahaan keamanan Lookout, Andrew Blaich dan Direktur Cybersecurity dari Electronic Frontier Foundation, Eva Galperin, menjelaskan temuan mereka tentang serangan yang dijuluki Dark Caracal.

Dark Caracal adalah kelompok peretas baru yang terkait dengan serangan terhadap ribuan korban di lebih dari 20 negara yang berbeda. Peneliti telah melacak lokasi pusat serangan kelompok Dark Caracal yang diketahui berada di pusat kota Beirut yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Keamanan Umum Lebanon atau badan intelijen negara tersebut.

Serangan Dark Caracal berfokus pada informasi data pribadi. Malware yang bekerja memungkinkan peretas dapat mengambil foto, menemukan lokasi dan merekam audio, serta menyamarkan dirinya sebagai aplikasi pesan seperti Signal dan WhatsApp. Serangan ini menjadi pembuktian bahwa serangan pada perangkat mobile semakin mudah, dibanding meretas komputer.

Jika dilihat kondisi saat ini pengguna smartphone jauh lebih banyak dibandingkan komputer. Peretas menggangap bahwa smartphone adalah paspor digital yang dapat mengakses semua hal yang perlu diketahui tentang seseorang.

“Melihat perangkat pribadi seseorang sangat pribadi, ini seperti melihat ke dalam pikiran mereka,” kata Galperin seperti dikutip CNet.
Ilustrasi Bermain Smartphone
Ilustrasi Bermain Smartphone (Foto: REUTERS/Aly Song)

Hati-hati Instal Aplikasi

Peneliti meminta pengguna untuk berhati-hati jika ingin instal aplikasi tertentu yang kemungkinan di dalamnya terdapat malware. Biasanya malware akan menjelma menjadi aplikasi palsu yang paling disukai pengguna untuk diinstal.

“Meskipun toko aplikasi Google dan Apple cukup protektif terhadap malware yang bermunculan di pasar, ini adalah cerita yang berbeda untuk toko pihak ketiga. Begitulah cara Dark Caracal bisa menyebar,” kata Blaich.

Para ahli keamanan siber juga selalu mengingatkan agar pengguna tidak sembarangan mengunduh aplikasi, yang entah dari mana asalnya. Begitu juga ketika mengunduh aplikasi dari toko multimedia pihak ketiga.

Yang paling aman saat ini adalah mengunduh aplikasi dari toko multimedia resmi semacam Google Play Store dan Apple App Store, atau dari situs web resmi si pemilik aplikasi.

Serangan peretas akan selalu ditujukan kepada perangkat atau sistem operasi yang paling banyak digunakan. Dahulu, perangkat komputer dan sistem operasi Windows adalah yang paling banyak diincar, dan sekarang tren itu juga akan menyambangi perangkat mobile seperti smartphone dan tablet, juga sistem operasi Android dan iOS yang mendominasi dunia komputasi.

Comments

comments