Home Indonesia Akun Twitter Jadi Sorotan Warganet, Ini Tanggapan Ditjen Pajak

Akun Twitter Jadi Sorotan Warganet, Ini Tanggapan Ditjen Pajak

715
SHARE
Akun Twitter @DitjenPajak. (Foto: Twitter)

Twitter Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak @DitjenPajakRI saat ini tengah menjadi sorotan warganet. Pasalnya, cara berkomunikasi admin yang biasa dipanggil Taxmin kerap menggunakan gaya bahasa anak-anak masa kini.

Jika diperhatikan, cuitan Taxmin pun mengandung guyonan karena ‘nyentil’ soal kisah cinta hubungan jarak jauh (LDR), Raisa, Transformer, dan lainnya. Tapi bukan berarti topik serius tidak ada lho, karena warganet bebas bertanya apa saja seputar masalah pajak dan akan segera direspons Taxmin.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (Humas) Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama menyadari bahwa akun Twitter institusinya tengah melejit. Media sosial Ditjen Pajak tujuannya digunakan sebagai sarana edukasi seputar pajak kepada masyarakat.

“Akun Twitter memang digunakan untuk edukasi pajak. Sekarang kan dominan generasi milenial usia 40 tahun ke bawah, atau disebut Generasi Z, jadi cara komunikasinya pun harus yang mudah diterima masyarakat karena tidak mungkin kan bicara soal peraturan-peraturan,” kata Hestu Yoga di kantornya, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Beberapa bulan terakhir, akun @DitjenPajakRI bisa dibilang paling banyak dicari warganet lantaran cuitannya yang penuh dengan guyonan.

Pantauan Tekno Liputan6.com, admin akun Twitter ini sepertinya seorang pengguna medsos dari kalangan generasi milenial yang juga menggemari budaya pop. Tak jarang, cuitannya sering dikaitkan dengan istilah-istilah slang, bahasa singkatan internet gaul, bahkan komik Marvel dan DC.

Dari banyaknya cuitan yang menjawab pertanyaan seputar pajak dari warganet, ada saja beberapa cuitan nyeleneh dan lucu. Seringkali warganet bertanya seputar hal di luar pajak, walau demikian admin tetap melaksanakan tugasnya untuk melayani pertanyaan seputar pajak.

Akun Twitter ini dibuat pada April 2012. Sekarang, @DitjenPajakRI mengantongi 63.000 pengikut dengan jumlah 8.840 cuitan.

Ditjen Pajak mencatat realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 686 triliun sepanjang Januari-Agustus 2017. Seretnya penerimaan pajak tersebut karena ada kontraksi pertumbuhan setoran sebesar 3 persen di periode Agustus tahun ini.

“Secara kumulatif Januari-Agustus, penerimaan pajak Rp 686 triliun atau 53,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017,” ucap Hestu Yoga.

Ia mengungkapkan, capaian penerimaan pajak tersebut naik 7,5 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya sebesar 46 persen pada periode 8 bulan 2016. Untuk diketahui, target penerimaan pajak di APBN-P 2017 sebesar Rp 1.472,7 triliun.

“Pertumbuhan penerimaan pajak sampai dengan Agustus ini sekitar 10 persen dibanding tahun lalu,” tutur Hestu Yoga.

Jika dilihat, realisasi penerimaan pajak di Januari-Agustus 2017 sebesar Rp 686 triliun hanya bertambah Rp 85 triliun dalam sebulan dari capaian Rp 601,1 triliun sepanjang Januari-Juli 2017.

“Per Agustus ini, setoran pajak Rp 85 triliun atau turun 3 persen dari realisasi periode sama tahun lalu Rp 87 triliun. Tahun lalu kan ada penerimaan dari tax amnesty hampir Rp 5 triliun dan setoran dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Agustus ini belum masuk lebih dari Rp 10 triliun,” jelasnya.

Artikel asli

Comments

comments